Myth vs Fact: Similarity Tinggi Berarti Semua Isi Naskah Salah

  • Home
  • Blog
  • Myth vs Fact: Similarity Tinggi Berarti Semua Isi Naskah Salah
Images
Myth vs Fact: Similarity Tinggi Berarti Semua Isi Naskah Salah
  • by admin_akmer
  • 06 Jul 2026

Myth vs Fact: Similarity Tinggi Berarti Semua Isi Naskah Salah

Banyak penulis langsung khawatir ketika melihat hasil similarity naskah berada pada angka tinggi. Angka tersebut sering dianggap sebagai tanda bahwa seluruh isi naskah salah. Padahal, similarity tinggi tidak otomatis berarti semua bagian naskah bermasalah. Yang perlu diperiksa adalah bagian mana yang terdeteksi, sumber apa yang muncul, dan mengapa kemiripan itu terjadi. Pemahaman ini masih sejalan dengan pembahasan sebelumnya bahwa cek similarity bukan sekadar melihat angka, melainkan membaca isi laporan secara teliti.

Myth: Similarity Tinggi Berarti Semua Isi Naskah Salah

Anggapan ini kurang tepat. Similarity tinggi hanya menunjukkan bahwa ada bagian teks yang mirip dengan sumber lain. Bagian yang terdeteksi bisa berasal dari daftar pustaka, judul artikel, nama lembaga, istilah teknis, kutipan langsung, atau kalimat metode yang umum digunakan. Karena itu, angka similarity tidak boleh langsung dijadikan dasar untuk menilai bahwa seluruh isi naskah salah atau tidak layak.

Fact: Yang Perlu Dilihat adalah Bagian yang Terdeteksi

Hasil similarity perlu dibaca secara detail. Penulis perlu memeriksa apakah kemiripan muncul pada bagian yang wajar, seperti daftar pustaka dan istilah teknis, atau pada paragraf isi yang terlalu mirip dengan sumber tertentu. Bagian yang perlu diperbaiki adalah kalimat atau paragraf yang susunannya terlalu dekat dengan sumber asli, terutama jika belum diparafrase dengan baik atau belum diberi sitasi. Perbaikan yang tepat dilakukan dengan menulis ulang kalimat menggunakan bahasa sendiri, tetap menjaga makna, dan mencantumkan sumber jika gagasan tersebut berasal dari referensi.

Cek similarity karya akademik melalui:

https://turnicheck.akademimerdeka.com/

Artikel Terkait