Cek Similarity Bukan Sekadar Melihat Angka

  • Home
  • Blog
  • Cek Similarity Bukan Sekadar Melihat Angka
Images
Cek Similarity Bukan Sekadar Melihat Angka
  • by admin_akmer
  • 02 Jul 2026

Cek Similarity Bukan Sekadar Melihat Angka

Naskah akademik yang sudah selesai ditulis tetap perlu diperiksa sebelum dikirim ke jurnal, dosen pembimbing, seminar, atau penerbit. Salah satu tahap yang penting dilakukan adalah cek similarity. Pengecekan ini membantu penulis mengetahui tingkat kemiripan tulisan dengan sumber lain. Banyak penulis masih melihat similarity hanya dari angka persentase. Angka rendah sering dianggap aman, sedangkan angka tinggi langsung dianggap bermasalah. Pemahaman seperti ini kurang tepat. Hasil similarity perlu dibaca lebih teliti, terutama pada bagian teks yang terdeteksi mirip dan sumber yang muncul dalam laporan.

Mengapa Similarity Perlu Dicek?

Cek similarity membantu penulis melihat bagian naskah yang masih terlalu dekat dengan sumber lain. Bagian tersebut bisa muncul pada definisi teori, kutipan, metode penelitian, hasil penelitian terdahulu, atau kalimat yang belum diparafrase dengan baik. Hasil similarity dapat menjadi bahan evaluasi sebelum naskah masuk ke proses penilaian. Penulis dapat mengetahui bagian mana yang perlu diperbaiki, diberi sitasi, atau ditulis ulang dengan bahasa yang lebih mandiri.

Similarity Tinggi Belum Tentu Plagiasi

Similarity tidak selalu berarti plagiasi. Beberapa bagian seperti daftar pustaka, kutipan langsung, nama lembaga, judul artikel, istilah teknis, atau nama metode dapat ikut terbaca oleh sistem. Bagian tersebut perlu diperiksa terlebih dahulu sebelum penulis menyimpulkan bahwa naskah bermasalah. Bagian yang lebih perlu diperhatikan adalah paragraf panjang yang sangat mirip dengan sumber tertentu. Kalimat yang terlalu dekat dengan tulisan orang lain perlu diperbaiki melalui parafrase yang tepat.

Parafrase Tetap Membutuhkan Sitasi

Parafrase yang baik tidak hanya mengganti beberapa kata dengan sinonim. Penulis perlu memahami gagasan utama, lalu menuliskannya kembali menggunakan susunan kalimat sendiri. Sitasi tetap perlu dicantumkan apabila gagasan berasal dari sumber lain. Parafrase tanpa sitasi tetap dapat menjadi masalah dalam penulisan akademik. Penulis perlu menjaga keseimbangan antara menggunakan referensi dan membangun argumen sendiri.

Hindari Cara Keliru Menurunkan Similarity

Penulis perlu menghindari cara keliru dalam menurunkan similarity. Menghapus sitasi, mengganti kata secara acak, atau mengubah kalimat tanpa memahami makna bukan cara yang tepat. Perbaikan yang lebih baik dilakukan dengan membaca ulang sumber, memahami isi, lalu menuliskannya kembali secara lebih mandiri. Cara ini membuat tulisan lebih rapi tanpa menghilangkan dasar akademiknya.

Membutuhkan Bantuan Cek Similarity?

Penulis yang ingin mengecek similarity naskah sebelum submit dapat menggunakan layanan TurniCheck. Layanan ini menyediakan pengecekan plagiarisme berbasis Turnitin, deteksi AI, unggah file PDF, DOC, dan DOCX, serta laporan yang menampilkan persentase kemiripan dan sumber yang terdeteksi. TurniCheck juga menggunakan sistem No-Repository dalam pengecekan plagiasi. TurniCheck juga menyediakan layanan pendukung seperti parafrase, proofreading, dan translate untuk membantu penulis merapikan naskah akademik sebelum dikirim ke jurnal, dosen pembimbing, atau penerbit.

Akses layanan TurniCheck melalui link berikut:

https://turnicheck.akademimerdeka.com/

Artikel Terkait